SToRy Of The day

Jumat, Juni 20, 2008

1 + 1 = 11

Secara matematis yang namanya satu ditambah satu memang dua. Tapi lain cerita yang membuat satu ditambah satu bisa menjadi 11. Mau bukti....????

Begini ceritanya....
Satu bulan yang lalu segerombolan orang-orang gak penting yang sedang menghabiskan liburan di pare pergi ke Malang menggunakan sepeda motor. Dengan tujuan mengunjungi Malang Tempo doeloe atau kawasan Malang taoen 760 M sekaligus mengisi weekend dikota bunga tersebut. Rute perjalanan yaitu melewati gunung, menuruni lembah, sugai mengalir indah ke samudera. kayak ninja hatori gitu deh.

Jalan menurun-menanjak serta berkelok-kelok ditemani pemandangan hutan serta hawa dingin pegunungan membuat perjalanan itu menjadi mengesankan seakan-akan berada dinegeri antah berantah. Jalanan yang berkelok-kelok dengan type high speed corner memacu adrenalin untuk saling kejar-mengejar dan salip-menyalip...Layaknya Moto-GP!!!!

sampai di Malang....
Sesuai rencana kita langsung mengunjungi malang tempo doeloe. Memasuki kawasan tersebut kita langsung disuguhkan suasana malang jaman doeloe bangat. mulai dari pakaian, makanan, tarian sampai kesenian-kesenian khas malang. kawasan ini mereflesikan suasana malang zaman dahulu dengan segala kompleksitasnya. kawasan tersebut dibuat sepanjang jalan yang hampir 1 kilometer dan harus ditempuh dengan goyang-goyang lutut alias jalan kaki. suasana yang ramai dan barang2 yang unique dan antik seakan menjadi pelepas dahaga yang menghilangkan semua keluhan.

singkat cerita kita kemalaman...
menerobos dinginnya malam yang menusuk tulang di daerah batu dan sekitarnya membuat sekujur tubuh menjadi kaku. akhirnya layaknya sebuah kisah selalu ada yang tertinggal dan berkesan. hasilnya.....El-meler dari dua hidung yang menjungkirbalikan logika ilmu pasti...dengan hasil angka sebelas.

14 komentar:

SHALEH mengatakan...

Makanya klo pulang jangan malam2, dapat angka 11 deh. Tapi udah minum obatkan.

Anonim mengatakan...

Ada tete en dia pu cucu. Satu kali ni, tete da mandi sama-sama dengan de pu cucu.

Pas mandi, cucu lihat tete pu burung. Jadi cucu tanya ke tete,

"Tete itu apa ka?"
Tete jawab, "O...itu tete pu burung..."

Pas mau tidur siang, cucu bilang sama de pu tete...

"Tete sa maen dengan tete pu burung ka?" Tete da tidak mau. Tapi karna cucu da menangis en cucu ni pling dapat sayang dari tete, akhirnya, tete da setuju. Jadi, cucu da maen tete pu burung. Karena keenakan tete TUMPAH. Tapi, tiba-tiba tete pingsang. Jadi, dong bawa tete ke rumah sakit.

Sampe di RS, dokter tanya ke cucu, ”Cucu,bikin apa tete ka?"

Cucu jawab, ”Ai, sa tidak tau... sa main dengan tete pu burung tapi tete pu burung muntah jadi SA PATAH BURUNG PU LEHER..."

-pace jhon-

Anonim mengatakan...

Cara Mebuat Koteka
Category: Mop Papua
Pada Suatu hari, ada seorang wartawan datang ke papua untuk melihat kebudayaan disana.Lalu, ia bertanya pada kepala sukunya:

Wartawan : "Pak, terbuat dari apa koteka itu?".

Kepala suku: "Oh..itu terbuat dari terong hutan yang dipanggang hingga kering, lalu isinya dibuang".

Wartawan: "Kenapa tidak pakai daun pisang saja pak?".

Kepala suku:"Giila lu!!Lu kira lontong"!!!

-pace jhon-

Anonim mengatakan...

Pace Baru Naik ke Tembok
Category: Mop Papua

Suatu hari pace noge pergi mau mencuri di rumah pace Jawa malam hari. Ternyata rumah pace Jawa sudah dikasih pagar tinggi, dan dorang kasih tembok sekeliling rumah.

Pace noge pikir: "Ko kira sa tra bisa mencuri kah, biar ko kasih tembok sa tetap bisa panjat ko pu tembok. Ko liat saja."

Lalu pace noge dia panjat pace Jawa pu tembok yang tinggi. Pace Jawa dia liat ada orang yang mau mencuri dia berteriak keras: "Heeyy...!! Pencuri kah..! Ko cepat turunnn...!"

Pace noge dia kaget dan hampir jatuh, tapi dong balik marah ke pace Jawa : " Hey bapa.... coba ko pu cara tegur itu yang baek kah ?! memang sa pencuri, tapi kalo ko berteriak, sa kaget, truss sa jatuh.... siapa yang bayar ongkos rumah sakit ?. Sa pu anak siapa yang kasih makan..? Saya toh belum mencuri, saya baru lewat ko pagar baru ko su teriak...!"

- pace jhon-

Anonim mengatakan...

Ada 3 wanita yang telah meninggal dan saat ini mereka sedang berada di pintu gerbang surga untuk diwawancarai oleh Malaikat Penjaga Pintu Surga dan asistennya. Berikut wawancara yang terjadi…

Malaikat: Bagaimana kehidupan kamu wanita A?

Wanita A: Oh… saya wanita paling baik dan soleh, sampai saya meninggal saya masih menjaga keperawanan saya…

Malaikat: OK… asisten… berikan Kunci Surga Emas

Asisten: Baik.

Malaikat: Bagaimana dengan kamu Wanita B?

Wanita B: Kalau saya normal aja tuh… saya menjalankan agama, kawin, dan sekali… sekali… selingkuh kali ya… tapi waktu meninggal sudah tobat.

Malaikat: asisten… Berikan Kunci Surga Perak…

Asisten: Baik

Malaikat: Kamu gimana Wanita C?

Wanita C: (Sambil senyum genit)… saya… anak gaul, malaikat, hidup saya bebas… agak-agak free sex… habis kata orang body saya bagus sih… Jadi… ya udah enak sih…

Malaikat: Asisten… berikan Kunci… Kamar saya…

-pace jhon pung cerita-

Anonim mengatakan...

Pace Noge Beli Kelambu Anti Malaria

Semua orang tau kalo di papua itu sarang malaria. Dokter dan perawat Puskesmas sudah kasih penyuluhan untuk mengurangi penyebaran malaria antara lain dengan memakai kelambu.

Tentu pace noge satu ini dia tau dan dia tidak bodok mau mati konyol karena malaria. Pace noge lalu pergi ke kota mau beli kelambu. Sayang dia lupa kata 'kelambu'

Sampe di toko, pace noge bertanya kepada pace Jawa: "Eh, bapa sa mo beli barang yang sa ikat sana,... ikat sini,... trus sa di dalam nyamuk diluar..! Ko mengerti ka tida..."

-pace jhon pung cerita-

Anonim mengatakan...

Dari Sabang Sampai Sorong

Dua pace Papua, satu dari Sorong, satu lagi dari Merauke, sedang bakalai. Cape bakalai dorang dua stop baku pukul dan mulai baku maki.

Pace dari Sorong: "Eh ko orang Merauke, awas kalo ko pi Jakarta, ko jangan berani lewat Sorong eeee."

Pace dari Merauke tra mau kalah: "Eh ko orang Sorong, awas ko kalo upacara, jangan ko berani menyanyi Dari Sabang sampai Merauke. Ko stop saja di Sorong eeee.."

-pace jhon pung cerita-

Anonim mengatakan...

Pemberantasan Angka Buta Huruf di Papua

Pas ada pemberantasan buta huruf di Biak nich, baru dong bawa pa guru org Jawa baru badan kurus e, untuk ajar napi-napi Biak dorang.

Baru kam su tau to, orang Biak dong pu badan kan paling besar-besar. Trus waktu pertama belajar langsung pa guru bilang begini...

"Teman2 hari kita pelajaran Matematika..."

Pa Guru tanya, "4+4 berapa?"

Trus ada yang jawab 7,9, n 8 trus pa guru bilang dalam hati begini...

"kalu sa bilang 8 nanti yang jawab 7 dan 9 pukul saya..."

Karna dia takut dapat pukul langsung de bilang begini,

"Sebenarnya 8... tapi 7 juga bisa... 9 juga bisa..."

-pace jhon punya cerita-

Anonim mengatakan...

Pace Tuli Jaga De Pu Toko

Ada pace satu ni, de aga² tuli tapi de jaga de pu toko sendiri. Trus ada satu orang datang, de mo beli di pace tuli pu toko.

Pembeli : "Sa mo beli roko." (deng nada pelan)

Si penjual, de diam saja.

Pembeli: "Beli rokok!" (deng nada sadiki kencang)

Si Penjual de masih diam saja, si pembeli de pu jengkel sah.

Pembeli: "Beli rokok!!! Pace, ko tuli ka? Kalo tuli, jan ko jualan!!!"

Tiba-tiba si penjual de keluar dari toko, marah-marah.

Penjual: "Sapa bilang sa tuli??! Ko jan menghina saya ne!! Mo beli minyak brapa liter?!!"

Pembeli: "????"

-pace jhon punya cerita-

Anonim mengatakan...

Ada satu anak SD datang dari kampung di pegunungan Jayawijaya. Dia datang ke kota Jayapura untuk sekolah. Anak ini pu nama Anes Wenda. Pas pelajaran Matematika, ibu guru tanya dia:

"Anes, 4x4 berapa ?"

Karena tra tau, Anes diam saja.

Ibu guru tanya lagi, " 2x2 berapa?"

Anes tetap diam saja.

Trus ibu tanya lagi, "ko ini gimana,.... ya sudah kalau 3x3 berapa ? ko jawab kahh ...."

Anes akhirnya jawab " satu bu guru...."

"Salah !!!", Bu guru langsung jawab.

Anes langsung de jawab. "Aah ibu guru ini .... kalau ibu tanya kali-kali yang mengalir di sa pu kampung, sa tau...mulai dari kali diatas gunung sampai kali yang di hutan, smua sa tau. Tapi kalo ibu tanya kali-kali yang di kota, sa belum hapal. Jadi ibu tunggu sa hapal dulu eee...."

Ibu guru ... terdiam.

-pace jhon-

Anonim mengatakan...

Baku Adu Besar Pu Kangkung

Anak 3 anak kecil, dong crita soal sayur kangkung di dong pu kampung masing-masing.

Anak 1 : "Di sa pu kampung tuh, kangkung besar-besar skali, kalop masak beberapa batang saja, pasti makan sampe kenyang,"

Anak 2 : " Ah, itu kurang, di sa pu kampung, sayur kangkung tuh tikus bisa masuk di dalam," Anak 1 dan 3 heran skali.

Giliran anak ke 3, dia tra mau kalah. Anak 3 : "Kalo di sa pu kampung, tikus tra bisa masuk dalam kangkung,"

Anak 1 dan 2 : "Ah, itu tra hebat, pasti kangkungnya kecil-kecil too,"
Anak 3: "Sabar dulu, kam tau kenapa tikus tra bisa masuk?" Dong dua diam. Trus anak ke 3 lanjut:

"Itu karena di sa pu kampung tuh, dalam kangkung ada kucing,"

-pace jhon-

Anonim mengatakan...

Babi Hutan Papua Menyeberang Ke PNG

Seekor babi hutan dari pedalaman Timika di Papua lari ketakutan menyeberangi perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Ia merasa diburu-buru tentara Indonesia. Ia baru berhenti ketika ada seekor babi hutan Papua Nugini menyatakan bahwa ia sudah berada dalam wilayah Papua Nugini.

"Mengapa Anda berlari?" tanya babi Papua Nugini.

"Terus terang saya khawatir pada tentara Indonesia. Mereka mengebiri semua laki-laki di sana," ujar babi Indonesia.

"Tapi anda ‘kan bukan manusia. Anda kan cuma seekor babi hutan?"

"Justru itulah. Mereka mengebiri dulu baru bertanya kemudian," ujar babi Indonesia.

Chy mengatakan...

ha..ha...guling-guling

salon mobil mengatakan...

haha...iya juga yaaa...tapi sistem matematik..ya tetap ja. 1+1 ya 2